Langsung ke konten utama

Menutup Tabungan Bank dan Biaya

Jika ingin menutup tabungan di bank, nasabah bisa langsung menuju customer service di kantor cabang tempat membuka rekening. Bawa semua “property” milik bank; buku tabungan, kartu ATM, Token gadget ( jika ada).



Disana nantinya kita akan disodori formulir penutupan rekening untuk diisi beserta alasannya. Proses ini memerlukan biaya admistrasi penutupan rekening yang di potong dari saldo yang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil Survey: Kepemilikan Rekening Bank Netizen

Fasilitas dan biaya administrasi  pada produk tabungan sangat  berpengaruh pada  keputusan  netizen memilih bank.  Dua factor tersebut  juga dijadikan  dasar dalam menentukan pilihan  bank  utama mereka, serta bank  yang paling diinginkan.  Tidak  peduli apakah itu  kepemilikan swasta atau pemerintah. Penelitian  di lakukan pada pengunjung blog melalui kuisioner  semi terbuka dengan google docs

Antara Merger Bank Syariah BUMN dan Nasabah

Pekan ini, wacana penggabungan (Merger) bank syariah milik pemerintah (Bank syariah mandiri, BRI Syariah, BNI Syariah dan unit Syariah BTN) kembali mengemuka. Bahkan ada semacam keyakinan jika merger tersebut akan terlaksana tahun 2015 sekarang. Saya tidak ingin masuk pada ranah antara setuju dan tidak setuju, apalagi senang dan sedih.  Nggak banget  kalau urusan itu. Bukan urusan saya  wkwkwkk…

Kartupos dari Maharasthra India

Awal bulan Juni Si Ayah mendapat undangan workshop di India. Biasanya dia agak nggak enak s ering pergi meninggalkan keluarga, karena dia tahu saya yang lebih seneng traveling, sementara dia yang lebih sering mendapat kesempatan untuk pergi. Tapi kali ini, dia nggak merasa bersalah pergi karena tahu India nggak masuk ke bucket list , destinasi impian saya. Sampai saat ini saya belum pengen ke India, cukup membaca atau mendengar ceritanya saja :) Acara workshop tentang Citizen-Led Assesment ini cukup padat. Nino cuma punya waktu satu setengah hari untuk jalan-jalan, itu saja diorganisir oleh panitia. Karena itu dia malas bawa kamera besar (nggak besar-besar banget sih, wong 'cuma' mirrorless ), apalagi bawa tripod. Dalam perjalanan ke India kali ini, Si Ayah hanya berbekal kamera poket lawas, Canon S-95. Tapi dasar pinter motret, dengan kamera poket pun dia bisa menghasilkan foto-foto keren (menurut istrinya, hahaha). Memang bener sih yang bilang : y ang penting bukan gadget-ny...