Langsung ke konten utama

5 Penyakit Ini Bisa Memicu Nyeri di Ulu Hati

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

sakit-perut-sembelit-doktersehat
Photo Source: Freepik

DokterSehat.Com– Salah satu masalah kesehatan yang bisa menyebabkan sensasi sangat tidak nyaman adalah nyeri pada ulu hati. Biasanya, hal ini terkait dengan naiknya asam lambung hingga ke bagian kerongkongan, namun pakar kesehatan menyebut hal ini bisa saja terkait dengan kondisi yang jauh lebih serius. Apa sajakah kondisi yang serius tersebut?

Penyakit nyeri di ulu hati

Nyeri ulu hati yang terkait dengan masalah asam lambung biasanya dialami setelah makan, namun jika kita sering mengalaminya di luar waktu setelah makan dengan frekuensi yang cukup sering, bisa jadi hal ini dipicu oleh masalah kesehatan yang lebih serius dan harus diwaspadai.

Berikut adalah berbagai macam penyebab penyakit nyeri di ulu hati:

  1. Tukak lambung

Tukak lambung adalah masalah kesehatan yang disebabkan oleh infeksi bakteri berjenis h.pylori. Selain itu, kondisi ini juga bisa dipicu oleh konsumsi obat-obatan yang tidak sesuai dengan dosis. Sebagai contoh, jika kita mengonsumsi obat pereda nyeri berjenis ibuprofen dalam jumlah yang sangat banyak, akan memicu munculnya luka pada dinding lambung dan usus halus dengan gejala nyeri pada ulu hati.

Gejala lain dari masalah tukak lambung adalah mual-mual, muntah, nyeri perut, dan perut yang terasa penuh. Dalam banyak kasus, akan menyebabkan perdarahan dalam dengan gejala kotoran dengan warna yang sangat gelap, tubuh lemah, sesak napas, serta mudah pucat.

Karena sensasi nyeri pada perut yang sangat terasa, penderitanya biasanya memilih untuk tidak makan. Jika dipaksakan, akan menyebabkan sensasi mual atau muntah, sering bersendawa, dan perut kembung.

  1. Penyakit batu empedu

Jika sampai kita menderita penyakit batu empedu, saluran empedu akan tersumbat dan akhirnya memicu gejala nyeri pada ulu hati. Gejala lain yang akan dirasakan adalah hilangnya nafsu makan, mual-mual dan muntah, perut begah dan kembung, demam dengan suhu yang sangat tinggi, penyakit kuning, dan sensasi nyeri di bagian kanan perut usai makan.

Masalahnya adalah penyakit ini seringkali hanya bisa diatasi dengan menggunakan metode operasi. Karena alasan inilah sebaiknya kita mencegahnya dengan cara menjaga berat badan dan menurunkan konsumsi lemak dan protein agar tidak berlebihan. Selain itu, pastikan untuk memperbanyak asupan serat demi menurunkan kadar kolesterol jahat dari dalam tubuh.

  1. Esofagitis

Esophagitis adalah masalah kesehatan yang disebabkan oleh peradangan pada dinding bagian dalam kerongkongan. Peradangan ini bisa saja dipicu oleh kenaikan asam lambung, terjadi infeksi bakteri atau virus, hingga iritasi akibat konsumsi obt-obatan tertentu.

Selain menyebabkan nyeri pada ulu hati, hal ini juga akan menyebabkan sensasi terbakar pada dada, sulit menelan, dan sensasi sangat asam pada mulut.

  1. Radang perut

Radang perut atau dalam dunia medis dikenal sebagai gastritis adalah kondisi yang dipicu oleh infeksi bakteri berjenis h.pylori. Banyak orang yang menyalahartikan gastritis sebagai maag. Padahal, gastritis bisa menyebabkan dampak kesehatan yang jauh lebih serius.

Selain sensasi nyeri pada ulu hati, gastritis juga bisa menyebabkan gejala lain seperti sensasi tidak nyaman pada dada, mual-mual, muntah hingga yang keluar adalah darah yang pekat, hingga kotoran dengan warna kehitaman.

  1. Masalah pankreatitis

Pankreatitis terjadi akibat meradangnya pankreas. Hal ini akan memicu sensasi nyeri pada ulu hati, hilangnya nafsu makan, demam tinggi, kotoran yang berminyak dengan bau yang sangat menyengat, meningkatnya denyut jantung, diare, penyakit kuning, dan lain-lain.

Melihat fakta ini, jangan menyepelekan sensasi nyeri di ulu hati, apalagi jika kondisi ini sering terjadi atau disertai dengan gejala-gejala yang disebutkan sebelumnya. Segera periksakan kondisi kesehatan ke dokter demi mengatasinya!



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Kebiasaan yang Bisa Membahayakan Ginjal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang rentan mengalami kerusakan. Khususnya jika kita menerapkan gaya hidup yang tidak sehat. Sayangnya, masih banyak orang yang melakukan hal ini sehingga membuat beban kerja dari organ ini semakin meningkat. Padahal, hal ini bisa memicu datangnya penyakit yang berbahaya. Berbagai kebiasaan tidak sehat bagi ginjal Pakar kesehatan menyebut ginjal yang sudah mulai rusak atau terkena penyakit akan tidak bisa berfungsi dengan semestinya. Hal ini tentu akan membuat berbagai macam racun di dalam tubuh semakin menumpuk dan akhirnya berimbas buruk pada kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berikut adalah berbagai kebiasaan tidak sehat yang bisa membahayakan ginjal kita. Sering mengonsumsi makanan tinggi garam Makanan dengan kandungan garam yang tinggi tak hanya bisa kita temukan di masakan yang dibuat sendiri atau di tempat makan. Dalam realitanya ad...

Mencari dan Memesan Penginapan dengan Airbnb

Pakai tautan "www.airbnb.com/c/akumalasari" untuk mendaftar Airbnb & dapatkan kupon $25 Ketika jalan-jalan ke Eropa bulan Juli lalu, kami menginap tujuh malam di Paris, di apartemen yang kami sewa dari Airbnb . Apartemen memang paling cocok untuk menginap bersama keluarga kalau lebih dari tiga malam. Selain tarifnya (untuk empat orang) lebih murah dari hotel, apartemen juga menyediakan dapur untuk memasak sehingga kami bisa menghemat anggaran makan.   Pernah mendengar tentang Airbnb ? Layanan website ini memudahkan pemilik dan penyewa penginapan untuk melakukan transaksi. Airbnb berasal dari kata B&B atau bed and breakfast . Penginapan ala BnB biasanya kamar kosong ekstra yang disewakan pemiliknya untuk menginap dalam jangka pendek, berikut layanan sarapan. Di airbnb , tidak hanya kamar kosong yang disewakan, tapi bisa juga seluruh apartemen, studio atau bahkan rumah. Gampangannya, airbnb ini isinya perorangan yang menyewakan kamar atau apartemen ekstra, bukan profe...

Pengalaman Memperpanjang e-Paspor di Kanim Surabaya

Bawa buku biar nggak bete nunggu Ini dia urusan lima tahunan yang mesti dijalani: memperpanjang paspor. Sebaiknya, enam bulan sebelum masa berlaku paspor habis, harus segera diperpanjang lagi. Kalau enggak, sama saja tidak bisa dipakai ke luar negeri atau untuk aplikasi visa. Pengalaman Si Ayah ketika mendadak harus bertugas ke Australia, masa berlaku visanya 6 bulan plus 1 hari. Aplikasi visanya di-pending sampai dia bisa menyerahkan paspor baru. Akhirnya, karena mepet, Si Ayah meminta bantuan agen di Jakarta untuk membuat paspor yang sehari jadi. Agen bertugas mengambilkan nomor antrean dan mengisi formulir. Si Ayah tetap datang untuk foto dan wawancara. Sebenarnya, membuat atau memperpanjang paspor sendiri sekarang gampang banget. Syaratnya mudah dan biayanya jelas. Hanya saja, memang perlu waktu seharian untuk antre pelayanan. Untuk orang umum, ada dua macam paspor: paspor biasa dan e-paspor atau paspor elektronik. Fungsinya sama, hanya saja e-paspor sudah dilengkapi chip yang tert...