Langsung ke konten utama

5 Tanda Tubuh Sudah Berlebihan Mengonsumsi Garam

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

garam-doktersehat

DokterSehat.Com– Garam adalah salah satu bumbu makanan yang hampir selalu kita gunakan saat memasak. Keberadaan garam juga bisa ditemukan di dalam makanan-makanan lainnya, termasuk di dalam makanan kemasan yang bisa kita temukan di toko atau swalayan. Masalahnya adalah pakar kesehatan menyebut konsumsi garam yang berlebihan bisa menyebabkan dampak kesehatan yang kurang baik.

Beberapa tanda tubuh sudah kelebihan asupan garam

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi garam yang berlebihan bisa menyebabkan datangnya masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Mengingat masalah kesehatan ini bisa berujung pada berbagai macam masalah kesehatan yang lebih serius seperti penyakit jantung atau stroke, sebaiknya kita mulai mewaspadai tanda bahwa tubuh sudah kelebihan asupan garam.

Berikut adalah tanda-tanda tersebut.

  1. Makanan akan terasa jauh lebih hambar

Makanan yang memiliki kandungan garam tinggi memang cenderung lebih gurih dan asin. Sayangnya hal ini akan berimbas pada perubahan pada indera pengecap kita. Karena terbiasa mengonsumsi makanan yang gurih dan asin, makanan dengan kandungan garam lebih rendah akan terasa jauh lebih hambar dan tidak enak.

Pakar kesehatan Moloo Gazzaniga dari American Dietetic Association menyebut menambahkan garam pada berbagai makanan sehat yang rasanya kurang kuat seperti sayuran memang bisa membuatnya lebih enak, namun hal ini justru membuat lidah kita tak lagi mampu menerima rasa masakan yang lebih hambar.

  1. Sering merasakan sensasi kembung

Konsumsi garam yang berlebihan bisa membuat kadar natrium di dalam tubuh meningkat. Sayangnya, hal ini akan berimbas pada retensi cairan yang muncul pada berbagai bagian tubuh. Kondisi ini bisa menyebabkan berat badan seperti bertambah.

“Garam di dalam tubuh mampu menahan atau mengikat cairan. Jika hal ini terjadi pada bagian pencernaan, akan menyebabkan sensasi kembung yang tidak nyaman dan berlangsung cukup lama,” ucap Bonne Taub-Dix yan berasal dari Better Than Dieting.

Hanya saja, kondisi ini cenderung lebih sering terjadi pada mereka yang sudah dewasa atau berusia lanjut.

  1. Sering mengalami sakit kepala

Jika kita sering mengalami sakit kepala tanpa tahu apa penyebabnya, sebaiknya kita mulai mempertahankan kebiasaan mengonsumsi garam sehari-hari. Jika konsumsi garam relatif tinggi, bisa jadi memang garam penyebabnya.

Hal ini disebabkan oleh kemampuan kandungan di dalam garam, tepatnya natrium yang bisa memicu perubahan ukuran pada pembuluh darah, khususnya yang ada di kepala dan menuju otak. Jika sampai pembuluh darah menyempit, maka aliran darah juga akan terganggu sehingga akhirnya memicu sakit kepala.

  1. Lebih sering buang air kecil

Ternyata, kebiasaan mengonsumsi garam dengan berlebihan juga bisa membuat frekuensi buang air kecil meningkat. Fakta ini diungkap dalam penelitian yang dilakukan dr. Matsuo Tomohiro yang berasal dari Nagasaki University, Jepang, pada tahun 2017.

Dalam penelitian ini, asupan garam dalam jumlah yang tinggi bisa membuat frekuensi buang air kecil naik dengan drastis. Bagi orang yang sudah berusia lanjut, kondisi ini bahkan bisa membuat mereka bolak-balik ke toilet di tengah malam, saat mereka sebenarnya sedang tidur malam.

“Mengurangi konsumsi garam hingga 25 persen sudah cukup untuk menurunkan frekuensi buang air kecil di malam hari,” saran dr. Tomohiro.

  1. Pembengkakan pada beberapa bagian tubuh

Konsumsi garam berlebihan akan menyebabkan retensi cairan yang berujung pada pembengkakan pada beberapa bagian tubuh seperti jari-jari, mata, atau bahkan kaki.

Demi mencegah datangnya hipertensi atau berbagai kondisi kesehatan lainnya, sebaiknya memang kita menurunkan asupan garam setiap hari.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Kebiasaan yang Bisa Membahayakan Ginjal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang rentan mengalami kerusakan. Khususnya jika kita menerapkan gaya hidup yang tidak sehat. Sayangnya, masih banyak orang yang melakukan hal ini sehingga membuat beban kerja dari organ ini semakin meningkat. Padahal, hal ini bisa memicu datangnya penyakit yang berbahaya. Berbagai kebiasaan tidak sehat bagi ginjal Pakar kesehatan menyebut ginjal yang sudah mulai rusak atau terkena penyakit akan tidak bisa berfungsi dengan semestinya. Hal ini tentu akan membuat berbagai macam racun di dalam tubuh semakin menumpuk dan akhirnya berimbas buruk pada kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berikut adalah berbagai kebiasaan tidak sehat yang bisa membahayakan ginjal kita. Sering mengonsumsi makanan tinggi garam Makanan dengan kandungan garam yang tinggi tak hanya bisa kita temukan di masakan yang dibuat sendiri atau di tempat makan. Dalam realitanya ad...

Mencari dan Memesan Penginapan dengan Airbnb

Pakai tautan "www.airbnb.com/c/akumalasari" untuk mendaftar Airbnb & dapatkan kupon $25 Ketika jalan-jalan ke Eropa bulan Juli lalu, kami menginap tujuh malam di Paris, di apartemen yang kami sewa dari Airbnb . Apartemen memang paling cocok untuk menginap bersama keluarga kalau lebih dari tiga malam. Selain tarifnya (untuk empat orang) lebih murah dari hotel, apartemen juga menyediakan dapur untuk memasak sehingga kami bisa menghemat anggaran makan.   Pernah mendengar tentang Airbnb ? Layanan website ini memudahkan pemilik dan penyewa penginapan untuk melakukan transaksi. Airbnb berasal dari kata B&B atau bed and breakfast . Penginapan ala BnB biasanya kamar kosong ekstra yang disewakan pemiliknya untuk menginap dalam jangka pendek, berikut layanan sarapan. Di airbnb , tidak hanya kamar kosong yang disewakan, tapi bisa juga seluruh apartemen, studio atau bahkan rumah. Gampangannya, airbnb ini isinya perorangan yang menyewakan kamar atau apartemen ekstra, bukan profe...

Pengalaman Memperpanjang e-Paspor di Kanim Surabaya

Bawa buku biar nggak bete nunggu Ini dia urusan lima tahunan yang mesti dijalani: memperpanjang paspor. Sebaiknya, enam bulan sebelum masa berlaku paspor habis, harus segera diperpanjang lagi. Kalau enggak, sama saja tidak bisa dipakai ke luar negeri atau untuk aplikasi visa. Pengalaman Si Ayah ketika mendadak harus bertugas ke Australia, masa berlaku visanya 6 bulan plus 1 hari. Aplikasi visanya di-pending sampai dia bisa menyerahkan paspor baru. Akhirnya, karena mepet, Si Ayah meminta bantuan agen di Jakarta untuk membuat paspor yang sehari jadi. Agen bertugas mengambilkan nomor antrean dan mengisi formulir. Si Ayah tetap datang untuk foto dan wawancara. Sebenarnya, membuat atau memperpanjang paspor sendiri sekarang gampang banget. Syaratnya mudah dan biayanya jelas. Hanya saja, memang perlu waktu seharian untuk antre pelayanan. Untuk orang umum, ada dua macam paspor: paspor biasa dan e-paspor atau paspor elektronik. Fungsinya sama, hanya saja e-paspor sudah dilengkapi chip yang tert...