Langsung ke konten utama

6 Cara Mencegah Luka Pada Penderita Diabetes

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

nyeri-kaki-diabetes-doktersehat

DokterSehat.Com– Salah satu hal yang sangat ditakuti oleh penderita diabetes adalah munculnya luka atau cedera. Masalahnya adalah luka atau cedera ini bisa berujung menjadi komplikasi diabetes berupa amputasi. Hal ini tentu tidak ingin dialami oleh semua orang, bukan?

Berbagai cara yang bisa dilakukan demi mencegah cedera pada penderita diabetes

Pakar kesehatan menyebut kondisi gula darah tinggi yang dialami oleh penderita diabetes akan menurunkan kekuatan sistem kekebalan tubuh, memperburuk sirkulasi darah, hingga membuat proses penyembuhan luka menurun. Jika sampai kita terluka, maka risiko terkena infeksi akan meningkat. Hal inilah yang kemudian bisa menyebabkan amputasi.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan demi mencegah luka atau cedera pada penderita diabetes.

  1. Selalu mengecek kaki setiap hari

Sebenarnya, luka bisa muncul di semua bagian tubuh, namun khusus bagi penderita diabetes, luka memang cenderung lebih rentan muncul pada bagian kaki. Hal ini disebabkan oleh rusaknya jaringan saraf yang akhirnya membuat penderita penyakit ini tidak sadar jika di kaki bagian bawah sudah terluka, lecet, atau setidaknya mengalami tergores.

Selain itu, aktivitas sehari-hari bisa saja menyebabkan datangnya luka. Sebagai contoh, jika saat berjalan kaki kita tersandung atau tanpa sengaja menyentuh batu yang runcing, maka kaki pun akan lebih rentan terluka. Hal inilah yang kemudian bisa membahayakan penderita diabetes.

Karena alasan inilah penderita diabetes diminta untuk memakai sepatu dan kaus kaki atau alas kaki khusus saat melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk di dalam rumah. Selain itu, mereka harus rutin mengecek kondisi kakinya setiap hari demi memastikan apakah sudah ada luka atau lecet yang muncul atau tidak.

Selain mengecek kondisi kaki, pastikan untuk mencuci kaki dan mengeringkannya hingga bersih setiap hari demi menjaga kondisinya.

  1. Pastikan alas kaki nyaman dan aman untuk digunakan

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, penderita diabetes disarankan untuk memakai alas kaki dimanapun beraktivitas, termasuk di dalam rumah demi melindungi kakinya dari kemungkinan terluka atau mengalami cedera. Hanya saja, pastikan bahwa alas kaki yang dipakai adalah yang nyaman dan kokoh untuk digunakan.

Selain itu, pastikan bahwa alas kaki memiliki bantalan yang bisa melindungi tumit, tidak terlalu ketat, dan tidak terlalu keras demi mencegah munculnya lecet.

  1. Berhati-hati saat memotong kuku

Memotong kuku bisa menjadi hal yang membahayakan bagi penderita diabetes. Jika sampai salah memotongnya atau bahkan tanpa sengaja melukai kulit yang ada di sekitar kuku, maka hal ini tentu bisa berbahaya. Pastikan untuk berhati-hati dan cermat saat melakukannya demi mencegah munculnya luka.

  1. Tidak lagi merokok

Penderita diabetes harus berhenti merokok karena kandungan asap rokok bisa menurunkan kondisinya dengan signifikan. Bahkan, telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa penderita diabetes yang merokok akan mengalami peningkatan risiko terkena komplikasi dengan drastis. Hal ini disebabkan oleh kemampuan rokok dalam merusak sirkulasi darah yang akhirnya berimbas pada semakin sulitnya proses penyembuhan luka.

  1. Rutin memeriksa kadar gula darah

Meski terlihat sepele, kebiasaan memeriksa kadar gula darah secara rutin bisa memberikan dampak yang sangat besar bagi risiko terkena komplikasi bagi penderita diabetes. Dengan rutin melakukannya, maka penderita diabetes bisa mengendalikan gaya hidup, pola makan, hingga penggunaan obat atau suntikan insulin yang bisa membantu mencegah kadar gula darah naik dengan drastis.

  1. Rutin memeriksa kondisi kesehatan ke dokter

Selain mengecek kadar gula darah, penderita diabetes juga harus rutin memeriksakan kondisinya ke dokter. Jika perlu, mereka juga bisa meminta bantuan dokter atau ahli medis lainnya untuk merawat luka yang dideritanya demi mencegah datangnya amputasi.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Kebiasaan yang Bisa Membahayakan Ginjal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang rentan mengalami kerusakan. Khususnya jika kita menerapkan gaya hidup yang tidak sehat. Sayangnya, masih banyak orang yang melakukan hal ini sehingga membuat beban kerja dari organ ini semakin meningkat. Padahal, hal ini bisa memicu datangnya penyakit yang berbahaya. Berbagai kebiasaan tidak sehat bagi ginjal Pakar kesehatan menyebut ginjal yang sudah mulai rusak atau terkena penyakit akan tidak bisa berfungsi dengan semestinya. Hal ini tentu akan membuat berbagai macam racun di dalam tubuh semakin menumpuk dan akhirnya berimbas buruk pada kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berikut adalah berbagai kebiasaan tidak sehat yang bisa membahayakan ginjal kita. Sering mengonsumsi makanan tinggi garam Makanan dengan kandungan garam yang tinggi tak hanya bisa kita temukan di masakan yang dibuat sendiri atau di tempat makan. Dalam realitanya ad...

Mencari dan Memesan Penginapan dengan Airbnb

Pakai tautan "www.airbnb.com/c/akumalasari" untuk mendaftar Airbnb & dapatkan kupon $25 Ketika jalan-jalan ke Eropa bulan Juli lalu, kami menginap tujuh malam di Paris, di apartemen yang kami sewa dari Airbnb . Apartemen memang paling cocok untuk menginap bersama keluarga kalau lebih dari tiga malam. Selain tarifnya (untuk empat orang) lebih murah dari hotel, apartemen juga menyediakan dapur untuk memasak sehingga kami bisa menghemat anggaran makan.   Pernah mendengar tentang Airbnb ? Layanan website ini memudahkan pemilik dan penyewa penginapan untuk melakukan transaksi. Airbnb berasal dari kata B&B atau bed and breakfast . Penginapan ala BnB biasanya kamar kosong ekstra yang disewakan pemiliknya untuk menginap dalam jangka pendek, berikut layanan sarapan. Di airbnb , tidak hanya kamar kosong yang disewakan, tapi bisa juga seluruh apartemen, studio atau bahkan rumah. Gampangannya, airbnb ini isinya perorangan yang menyewakan kamar atau apartemen ekstra, bukan profe...

Pengalaman Memperpanjang e-Paspor di Kanim Surabaya

Bawa buku biar nggak bete nunggu Ini dia urusan lima tahunan yang mesti dijalani: memperpanjang paspor. Sebaiknya, enam bulan sebelum masa berlaku paspor habis, harus segera diperpanjang lagi. Kalau enggak, sama saja tidak bisa dipakai ke luar negeri atau untuk aplikasi visa. Pengalaman Si Ayah ketika mendadak harus bertugas ke Australia, masa berlaku visanya 6 bulan plus 1 hari. Aplikasi visanya di-pending sampai dia bisa menyerahkan paspor baru. Akhirnya, karena mepet, Si Ayah meminta bantuan agen di Jakarta untuk membuat paspor yang sehari jadi. Agen bertugas mengambilkan nomor antrean dan mengisi formulir. Si Ayah tetap datang untuk foto dan wawancara. Sebenarnya, membuat atau memperpanjang paspor sendiri sekarang gampang banget. Syaratnya mudah dan biayanya jelas. Hanya saja, memang perlu waktu seharian untuk antre pelayanan. Untuk orang umum, ada dua macam paspor: paspor biasa dan e-paspor atau paspor elektronik. Fungsinya sama, hanya saja e-paspor sudah dilengkapi chip yang tert...