Langsung ke konten utama

Dampak Hobi Mengonsumsi Olahan Usus

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

sate-usus-doktersehat
Photo Source: Diahdidi

DokterSehat.Com– Masyarakat Indonesia dikenal memiliki budaya kuliner yang sangat kuat. Disini, kita bisa mengonsumsi berbagai macam masakan yang unik dengan rasa yang nikmat. Salah satu olahan yang paling disukai oleh masyarakat adalah usus. Usus sebenarnya termasuk dalam jeroan dari hewan. Meski biasanya memiliki tekstur yang kenyal dan alot, dalam realitanya banyak orang yang menyukainya. Hanya saja, apakah hobi makan usus bisa berbahaya bagi kesehatan?

Berbagai dampak dari kebiasaan makan olahan usus

Pakar kesehatan menyebut usus cenderung gurih dan berlemak sehingga membuat banyak orang ketagihan untuk sering mengonsumsinya. Sayangnya, pakar kesehatan menyebut olahan usus termasuk tinggi kandungan kolesterol. Sebagai informasi, jika kita mengonsumsi usus sebanyak 30 gram saja, maka kita sudah mendapatkan kolesterol sebanyak 165 mg.

Masalahnya adalah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan kita untuk membatasi konsumsi kolesterol maksimal 300 mg saja. Hal ini berarti, jika kita mengonsumsi usus lebih banyak dari 30 gram atau juga mengonsumsi makanan dengan kandungan kolesterol lainnya, besar kemungkinan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh akan meningkat.

Keberadaan kolesterol jahat ini tak hanya akan meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Hal ini juga akan menyebabkan gangguan pencernaan.

Selain itu, sudah menjadi rahasia umum jika hobi mengonsumsi jeroan seperti usus akan meningkatkan risiko terkena penyakit asam urat. Hal ini disebabkan oleh kandungan purin di dalamnya yang sangat tinggi. Jika sampai kita terkena penyakit ini, maka persendian akan rentan terkena nyeri yang tentu akan membuat kita kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.

Dampak lain dari kebiasaan mengonsumsi jeroan seperti usus

Tak hanya bisa memicu kolesterol tinggi dan penyakit asam urat, pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali dampak kesehatan yang akan didapatkan jika kita hobi mengonsumsi jeroan seperti usus.

Berikut adalah berbagai macam dampak tersebut.

  1. Jeroan memiliki kandungan beracun

Beberapa jenis jeroan seperti hati dan ginjal dari hewan layaknya sapi, kambing, dan ayam sebenarnya memiliki fungsi yang mirip dengan hati dan ginjal manusia, yakni pengendali racun di dalam tubuh. Hal ini berarti, di dalam organ-organ ini bisa jadi memiliki kandungan beracun yang kurang baik jika sering kita konsumsi.

Pakar kesehatan menyebut beberapa jenis racun yang bisa ditemukan di dalam jeroan layaknya kadmium, arsenik, timah, selenium, dan lain-lain. Demi menjaga kesehatan, sebaiknya memang kita membatasi konsumsi jeroan demi mencegah berbagai kandungan beracun ini masuk ke dalam tubuh.

  1. Bisa meningkatkan infeksi parasit

Kita tentu pernah melihat berita yang menunjukkan hati sapi atau kambing yang sudah dipenuhi dengan cacing, bukan? Biasanya daging-daging yang sudah terinfeksi parasit seperti cacing tidak layak untuk dikonsumsi. Sayangnya, jeroan juga berpotensi sudah terinfeksi parasit ini sehingga jika tetap kita makan, berpotensi menyebabkan datangnya masalah kesehatan.

  1. Bisa memicu gangguan pencernaan

Usus cenderung memiliki tekstur yang keras meski sudah diolah cukup lama. Memang, rasanya yang kenyal membuat kita bisa sangat menikmatinya, namun usus cenderung sulit untuk dicerna oleh perut sehingga terlalu sering mengonsumsinya dikhawatirkan mampu meningkatkan risiko terkena gangguan pencernaan.

Selain itu, jika sampai usus tidak diolah dengan baik, bisa jadi masih ada banyak bakteri yang tertinggal dan menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut.

  1. Menyebabkan masalah kulit

Kebanyakan olahan jeroan, termasuk usus menggunakan bahan tinggi lemak seperti santan. Meski bisa membuatnya memiliki rasa yang enak, keberadaan lemak ini bisa meningkatkan risiko terkena masalah kulit seperti jerawat atau kulit keriput.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Kebiasaan yang Bisa Membahayakan Ginjal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang rentan mengalami kerusakan. Khususnya jika kita menerapkan gaya hidup yang tidak sehat. Sayangnya, masih banyak orang yang melakukan hal ini sehingga membuat beban kerja dari organ ini semakin meningkat. Padahal, hal ini bisa memicu datangnya penyakit yang berbahaya. Berbagai kebiasaan tidak sehat bagi ginjal Pakar kesehatan menyebut ginjal yang sudah mulai rusak atau terkena penyakit akan tidak bisa berfungsi dengan semestinya. Hal ini tentu akan membuat berbagai macam racun di dalam tubuh semakin menumpuk dan akhirnya berimbas buruk pada kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berikut adalah berbagai kebiasaan tidak sehat yang bisa membahayakan ginjal kita. Sering mengonsumsi makanan tinggi garam Makanan dengan kandungan garam yang tinggi tak hanya bisa kita temukan di masakan yang dibuat sendiri atau di tempat makan. Dalam realitanya ad...

Mencari dan Memesan Penginapan dengan Airbnb

Pakai tautan "www.airbnb.com/c/akumalasari" untuk mendaftar Airbnb & dapatkan kupon $25 Ketika jalan-jalan ke Eropa bulan Juli lalu, kami menginap tujuh malam di Paris, di apartemen yang kami sewa dari Airbnb . Apartemen memang paling cocok untuk menginap bersama keluarga kalau lebih dari tiga malam. Selain tarifnya (untuk empat orang) lebih murah dari hotel, apartemen juga menyediakan dapur untuk memasak sehingga kami bisa menghemat anggaran makan.   Pernah mendengar tentang Airbnb ? Layanan website ini memudahkan pemilik dan penyewa penginapan untuk melakukan transaksi. Airbnb berasal dari kata B&B atau bed and breakfast . Penginapan ala BnB biasanya kamar kosong ekstra yang disewakan pemiliknya untuk menginap dalam jangka pendek, berikut layanan sarapan. Di airbnb , tidak hanya kamar kosong yang disewakan, tapi bisa juga seluruh apartemen, studio atau bahkan rumah. Gampangannya, airbnb ini isinya perorangan yang menyewakan kamar atau apartemen ekstra, bukan profe...

Pengalaman Memperpanjang e-Paspor di Kanim Surabaya

Bawa buku biar nggak bete nunggu Ini dia urusan lima tahunan yang mesti dijalani: memperpanjang paspor. Sebaiknya, enam bulan sebelum masa berlaku paspor habis, harus segera diperpanjang lagi. Kalau enggak, sama saja tidak bisa dipakai ke luar negeri atau untuk aplikasi visa. Pengalaman Si Ayah ketika mendadak harus bertugas ke Australia, masa berlaku visanya 6 bulan plus 1 hari. Aplikasi visanya di-pending sampai dia bisa menyerahkan paspor baru. Akhirnya, karena mepet, Si Ayah meminta bantuan agen di Jakarta untuk membuat paspor yang sehari jadi. Agen bertugas mengambilkan nomor antrean dan mengisi formulir. Si Ayah tetap datang untuk foto dan wawancara. Sebenarnya, membuat atau memperpanjang paspor sendiri sekarang gampang banget. Syaratnya mudah dan biayanya jelas. Hanya saja, memang perlu waktu seharian untuk antre pelayanan. Untuk orang umum, ada dua macam paspor: paspor biasa dan e-paspor atau paspor elektronik. Fungsinya sama, hanya saja e-paspor sudah dilengkapi chip yang tert...