Langsung ke konten utama

Kunyit Bisa Mengobati Hepatitis A?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

manfaat-kunyit-bagi-kesehatan-bayi-doktersehat
Photo Source: Steve Buissinne from Pixabay

DokterSehat.Com– Kunyit lebih dikenal sebagai bumbu atau pewarna alami makanan. Bahan alami dengan warna kuning atau jingga ini juga sering dijadikan jamu karena dianggap bisa memberikan banyak manfaat kesehatan. Hanya saja, apakah benar jika kunyit bisa dijadikan penyembuh hepatitis A?

Pengaruh kunyit dalam mengatasi masalah hepatitis A

Beberapa saat lalu, masalah hepatitis A memang sempat memicu kehebohan di Jawa Timur. Hal ini disebabkan oleh banyaknya warga yang tertular masalah kesehatan ini. Sebagian pakar kesehatan bahkan sampai berinisiatif memberikan pil atau kapsul yang isinya adalah ramuan bahan alami seperti kunyit dan temulawak pada penderita penyakit ini agar bisa lebih cepat sembuh.

Ramuan ini jika dikonsumsi tiga kali sehari disebut-sebut bisa menyembuhkan. Bahkan, bagi orang yang sehat, mengonsumsinya sekali saja dalam sehari bisa mencegah kedatangan hepatitis A.

Sebuah penelitian yang diadakan di Austria membuktikan bahwa kandungan kurkumin di dalam kunyit bisa membuat fungsi hati semakin membaik. Jika hati sempat mengalami kerusakan akibat penyakit tertentu, bisa kembali menjadi lebih sehat berkat pengaruh dari kandungan ini.

Fakta ini terungkap dari penelitian yang dilakukan dengan menggunakan tikus percobaan. Dalam penelitian ini, tikus-tikus dikondisikan agar menderita penyakit saluran empedu dan penyakit hati. Hasil dari penelitian ini adalah, kurkumin bisa memcegah penumpukan jaringan ikat, mengatasi peradangan, sekaligus memperbaiki kondisi hati.

Hanya saja, penelitian ini tidak secara langsung menyebut kunyit bisa menyembuhkan hepatitis A, salah satu kondisi yang juga bisa disebut sebagai penyakit hati. Hal ini berarti, kunyit tidak serta merta bisa dijadikan obat hepatitis A. Penderita penyakit ini harus mematuhi saran dokter untuk menjalankan terapi atau mengonsumsi obat-obatan yang dianjurkan.

Meskipun begitu, jika memang ingin mengonsumsi jamu atau olahan kunyit lainnya demi mendukung proses kesembuhan hepatitis A, hal ini bisa saja dilakukan asalkan diperbolehkan oleh dokter sebelumnya.

Beberapa cara yang bisa dilakukan demi mencegah tertular penyakit hepatitis A

Kita tidak bisa hanya mengandalkan kunyit atau bahan-bahan alami lainnya untuk mencegah datangnya hepatitis A. Pakar kesehatan menyarankan kita untuk benar-benar menerapkan gaya hidup yang sehat demi mencegahnya.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan demi mencegah datangnya penyakit ini.

  1. Melakukan vaksinasi

Salah satu cara yang paling ampuh demi mencegah datangnya hepatitis A adalah dengan melakukan vaksinasi atau imunisasi. Imunisasi ini bisa dilakukan saat masih bayi atau balita, dan dilakukan lagi di usia dewasa, apalagi jika kita berada atau akan menuju lokasi yang memiliki potensi penularan masalah kesehatan ini.

  1. Selalu menjaga kebersihan

Pakar kesehatan menyebut hepatitis A sebagai salah satu masalah kesehatan yang terkait dengan gaya hidup dan kebersihan. Sebagai contoh, jika kita mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terpapar virus atau kotoran yang bisa menularkan hepatitis, maka risiko untuk terkena penyakit ini akan meningkat.

Selain itu, jika kita cenderung malas mencuci tangan meski sudah memegang banyak benda yang berpotensi dipegang oleh orang lain atau sering bersalaman dengan banyak orang, maka risiko untuk terkena penyakit ini juga bisa meningkat.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk rutin mencuci tangan dengan sabun, khususnya setelah memakai toilet, sebelum makan, saat mengolah makanan, dan melakukan aktivitas lainnya.

  1. Selali cermat memilih makanan dan minuman

Pastikan untuk memilih makanan dan minuman yang higienis. Hal ini berarti, kita sebaiknya tidak jajan di tempat-tempat yang sembarangan, apalagi yang terlihat kurang bersih demi mencegah datangnya hepatitis A.

Selain itu, kita juga sebaiknya memasak makanan dan minuman hingga benar-benar matang demi membunuh berbagai macam bakteri, kuman, atau virus penyebab penyakit, termasuk hepatitis.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hasil Survey: Kepemilikan Rekening Bank Netizen

Fasilitas dan biaya administrasi  pada produk tabungan sangat  berpengaruh pada  keputusan  netizen memilih bank.  Dua factor tersebut  juga dijadikan  dasar dalam menentukan pilihan  bank  utama mereka, serta bank  yang paling diinginkan.  Tidak  peduli apakah itu  kepemilikan swasta atau pemerintah. Penelitian  di lakukan pada pengunjung blog melalui kuisioner  semi terbuka dengan google docs

Antara Merger Bank Syariah BUMN dan Nasabah

Pekan ini, wacana penggabungan (Merger) bank syariah milik pemerintah (Bank syariah mandiri, BRI Syariah, BNI Syariah dan unit Syariah BTN) kembali mengemuka. Bahkan ada semacam keyakinan jika merger tersebut akan terlaksana tahun 2015 sekarang. Saya tidak ingin masuk pada ranah antara setuju dan tidak setuju, apalagi senang dan sedih.  Nggak banget  kalau urusan itu. Bukan urusan saya  wkwkwkk…

Kartupos dari Maharasthra India

Awal bulan Juni Si Ayah mendapat undangan workshop di India. Biasanya dia agak nggak enak s ering pergi meninggalkan keluarga, karena dia tahu saya yang lebih seneng traveling, sementara dia yang lebih sering mendapat kesempatan untuk pergi. Tapi kali ini, dia nggak merasa bersalah pergi karena tahu India nggak masuk ke bucket list , destinasi impian saya. Sampai saat ini saya belum pengen ke India, cukup membaca atau mendengar ceritanya saja :) Acara workshop tentang Citizen-Led Assesment ini cukup padat. Nino cuma punya waktu satu setengah hari untuk jalan-jalan, itu saja diorganisir oleh panitia. Karena itu dia malas bawa kamera besar (nggak besar-besar banget sih, wong 'cuma' mirrorless ), apalagi bawa tripod. Dalam perjalanan ke India kali ini, Si Ayah hanya berbekal kamera poket lawas, Canon S-95. Tapi dasar pinter motret, dengan kamera poket pun dia bisa menghasilkan foto-foto keren (menurut istrinya, hahaha). Memang bener sih yang bilang : y ang penting bukan gadget-ny...