Langsung ke konten utama

Siapa sebenarnya yang memulai terjadinya persalinan?

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Sebuah studi baru-baru ini menyiratkan bahwa Bayi bertanggung jawab untuk memulai persalinan spontan! “Diterbitkan di Journal of Clinical Investigation dan didukung oleh National Inisiatif Kesehatan dan Inisiatif Penelitian Prematuritas Hibah dari March of Dimes, penelitian ini memperluas penelitian sebelumnya yang telah menyarankan sinyal dari janin yang benar-benar bertanggung jawab atas inisiasi kelahiran, “(Laporan Growingyourbaby.com). Peneliti Pusat Kesehatan UT Southwestern telah mengidentifikasi dua protein di paru-paru tikus janin yang memulai persalinan. Protein SRC-1 dan SRC-2 mengaktifkan gen di dalam paru-paru bayi di dekat masa subur, “menghasilkan peningkatan produksi komponen surfaktan, protein surfaktan A (SP-A), dan platelet-activating factor (PAF). Baik SP-A dan PAF kemudian disekresikan oleh paru-paru janin ke dalam cairan amnion, yang menyebabkan respons inflamasi di rahim ibu yang memulai persalinan, “(laporan Sciencedaily).


Apa artinya ini setelah protein di produksi oleh bayi, paru-paru mulai memproduksi zat penting yang membantu bernafas normal di luar rahim, dan sekresinya mencapai rahim ibu melalui cairan amnion, dan rahim ibu bereaksi dan kontraksi mulai .


“Studi kami memberikan bukti kuat bahwa janin mengatur waktu kelahirannya, dan bahwa kontrol ini terjadi setelah dua protein pengaturan gen – SRC-1 dan SRC-2 – meningkatkan produksi komponen surfaktan, protein surfaktan A dan faktor pengaktifan platelet. , “Kata penulis senior Dr. Carole Mendelson, Profesor Biokimia, dan Obstetri dan Ginekologi di UT Southwestern.” (UT Southwestern Medical Center states).


Meskipun penelitian ini dibuat terutama untuk menyelidiki persalinan prematur pada tikus dan bagaimana memprediksi atau mencegah persalinan prematur, saya ingin membuka pikiran Anda terhadap gagasan lain: bahwa dalam kehamilan alami dan sehat, bayi tersebutlah yang memutuskan kapan harus memulai persalinan.


Ada banyak “tekanan” yang sering ditujukan kepada pada ibu untuk memulai persalinan, bahka sebelum para ibu memasuki umur kehamilan  40 minggu, misalnya:


“kamu belum melahirkan juga? bukankah temanmu sudah? (ketika ada teman yang umur kehamilannya tidak beda jauh dengan mu)


” wah bayinya sudah siap lahir nih buk, kapan mau di lahirkan?”


“kapan lahir?”


dan berbagai komentar komentar dari berbagai orang yang Anda temui, mulai dari keluarga bahkan pada provider. yang lama kelamaan membuat Anda menjadi galau dan gelisah. dan akhirnya Anda mencari berbagai informasi tentang bagaimana cara melakukan induksi alami atau apa daya upaya yang bisa dilakukan untuk membuat supaya persalinan segera terjadi.


Anda mungkin pernah membaca beberapa saran berikut tentang bagaimana memulai persalinan atau melakukan induksi alami:



  • membran swipe

  • memecah kantong ketuban

  • melakukan induksi dengan sytocinon/pitosin atau obat induksi kimia lainnya

  • induksi dengan balon

  • banyak menggunakan birthing ball

  • makan makanan pedas

  • banyak makan nanas

  • sering berhubungan seksual

  • merangsang puting susu

  • endorphin massage

  • power walk

  • dance

  • relaksasi hypnobrithing

  • accupunktur/pressure

  • moxa

  • menggunakan minyak jarak

  • menggunakan homeopathy , essential oil dll


Meskipun beberapa metode alami di atas tidak menyakitkan dan cukup aman digunakan untuk mencoba memulai persalinan, namun kadangkala perlu Anda sadari bahwa walaupun teknik-teknik yang merangsang proses persalinan ini bekerja, dan akhirnya proses persalinan terjadi, namun tidak berarti bayi tersebut SIAP untuk keluar dari rahim; Artinya, ada kemungkinan kedua protein SRC-1 dan SRC-2 belum di produksi di paru-paru, dan ini artinya, mungkin berarti bayi tersebut tidak siap untuk bernafas normal di luar rahim!


Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk memahami perbedaan antara persalinan spontan alami dan persalinan yang dibuat. Persalinan yang spontan alami memberi bayi Anda kesempatan untuk tumbuh dengan baik, matang dengan baik, dan siap keluar dari rahim.


Jika bayi tahu kapan saatnya “menumbuhkan”  jantung, mata, dan jari, maka bayi tahu kapan waktunya untuk lahir!


salam hangat




Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Kebiasaan yang Bisa Membahayakan Ginjal

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020 . DokterSehat.Com – Ginjal adalah salah satu organ tubuh yang rentan mengalami kerusakan. Khususnya jika kita menerapkan gaya hidup yang tidak sehat. Sayangnya, masih banyak orang yang melakukan hal ini sehingga membuat beban kerja dari organ ini semakin meningkat. Padahal, hal ini bisa memicu datangnya penyakit yang berbahaya. Berbagai kebiasaan tidak sehat bagi ginjal Pakar kesehatan menyebut ginjal yang sudah mulai rusak atau terkena penyakit akan tidak bisa berfungsi dengan semestinya. Hal ini tentu akan membuat berbagai macam racun di dalam tubuh semakin menumpuk dan akhirnya berimbas buruk pada kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berikut adalah berbagai kebiasaan tidak sehat yang bisa membahayakan ginjal kita. Sering mengonsumsi makanan tinggi garam Makanan dengan kandungan garam yang tinggi tak hanya bisa kita temukan di masakan yang dibuat sendiri atau di tempat makan. Dalam realitanya ad...

Tabungan BNI Syariah iB Hasanah Akad Wadiah dan Mudharabah

Tabungan BNI Syariah dengan produk IB Hasanah punya dua akad;  wadiah dan Mudharabah. Jadi harus di pastikan ketika ingin membuat simpanan ini di kantor cabang BNI Syariah, pada prinsip yang sesuai dengan yang di inginkan. Ya idealnya sih ketika nasabah ingin membuka rekening di sana, mbak CS nya juga pasti akan menerangkan perbedaan tabungan iB Hasanah dengan akad Wadiah dan akad  Mudharabah.

Kartupos dari Maharasthra India

Awal bulan Juni Si Ayah mendapat undangan workshop di India. Biasanya dia agak nggak enak s ering pergi meninggalkan keluarga, karena dia tahu saya yang lebih seneng traveling, sementara dia yang lebih sering mendapat kesempatan untuk pergi. Tapi kali ini, dia nggak merasa bersalah pergi karena tahu India nggak masuk ke bucket list , destinasi impian saya. Sampai saat ini saya belum pengen ke India, cukup membaca atau mendengar ceritanya saja :) Acara workshop tentang Citizen-Led Assesment ini cukup padat. Nino cuma punya waktu satu setengah hari untuk jalan-jalan, itu saja diorganisir oleh panitia. Karena itu dia malas bawa kamera besar (nggak besar-besar banget sih, wong 'cuma' mirrorless ), apalagi bawa tripod. Dalam perjalanan ke India kali ini, Si Ayah hanya berbekal kamera poket lawas, Canon S-95. Tapi dasar pinter motret, dengan kamera poket pun dia bisa menghasilkan foto-foto keren (menurut istrinya, hahaha). Memang bener sih yang bilang : y ang penting bukan gadget-ny...